4 Manfaat Melakukan Olahraga Trail Untuk Diri Sendiri

4 Manfaat Melakukan Olahraga Trail Untuk Diri Sendiri

4 Manfaat Melakukan Olahraga Trail Untuk Diri Sendiri – Olahraga trail run atau trail running.  Karena biasa di lakukan di alam terbuka, lintasan yang di lewati pelari trail running. Para pelari tidak akan melintasi jalan yang mulus dan beraspal, melainkan tanah, lumpur, batu, sungai. lintasan lari yang demikian itu membuat trail running di anggap lebih sulit dari pada road run. Trail running di anggap memberikan kepuasan tersendiri secara mental maupun fisik. Suasana alam yang jauh dari keramaian menjadi ketenangan saat berlari. Lintasan yang berubah-ubah tidak membuat bosan para pelari.

4 Manfaat Melakukan Olahraga Trail Untuk Diri Sendiri

Kesehatan mental

Berlari di alam bebas mendukung kesehatan mental. Aktivitas berlari menghubungkan ketukan serotonin ke otot sehingga mempunyai dampak positif terhadap fungsi kognitif. “Beberapa klien kami yang depresi dianjurkan untuk beraktivitas di luar rumah, salah satunya berolahraga di alam bebas,” kata Ceri Rees pendiri Wild Running.

Baca Juga: Latihan Fisik yang di Lakukan untuk Persiapan Mendaki Gunung

 Meningkatkan Fokus

Berlari dengan mengikuti naik turunnya jalur di alam membuat otak bekerja  ekstra. Para pelari dituntut untuk selalu fokus saat berlari, jika tidak risiko terjadi kecelakaan bakal tak terhindarkan.

Membuang Rasa Bosan

Mata melihat pemandangan dan suasana alam. Bahkan di jalur yang sama, segalanya terlihat berbeda tergantung musim, waktu, dan kondisi cuaca. Hal ini jelas berbeda dibandingkan berlari di jalan atau lintasan yang sama, misalnya di stadion sepak bola.

Kekuatan dan keseimbangan otot

Berlari di jalan setapak diklaim lebih baik untuk meningkatkan kekuatan dan keseimbangan otot daripada di lintasan rata. Saat berlari di jalan menanjak akan meningkatkan kekuatan otot-otot kaki. Tanah yang tak rata juga mampu melatih kekuatan pergelangan kaki, fleksibilitas, dan keseimbangan.

Jenis-jenis trail running

 Jarak super jauh

Jarak super jauh ditempuh dengan trek kurang lebih 100 kilometer. Pelari biasanya dapat menyelesaikan selama berhari-hari, sehingga membawa perlengkapan untuk berkemah.

Jejak (Klasik)

 

Jenis trail running ini memakan jarak tidak kurang dari 42 kilometer. Jenis ini yang paling umum bagi pemula maupun profesional.

Jarak jauh (trail L)

Jarak pada trek ini mencapai 70 hingga 99 kilometer. Pada jarak ini lebih dikhususkan kepada pelari dengan tuntutan fisik dan psikologis tinggi.

 Jarak menengah (ultramaraton)

Pada jenis ini, jarak yang ditempuh mencapai 42 hingga 69 kilometer. Karena jaraknya yang jauh, kegiatan ini hanya bisa dilakukan di alam. Pelari dituntut untuk mengatasi segala rintangan yang ditemui sepanjang jalan. Peserta juga diberikan berbagai macam bekal, seperti tenda, makanan, senter, kotak kesehatan, serta flare